KEBERAGAMAN HANYALAH ILUSI BELAKA
Apa itu ilusi? Mudahnya, ilusi merupakan pengubah persepsi seseorang atas suatu realitas. Ilusi sama dengan distorsi, yang merupakan penyimpangan dari kenyataan. Jadi, ketika Anda membayangkan dan mengimajinasikan bahwa seseorang harus berbuat baik kepada Anda sedangkan Anda sendiri semena-mena dalam berperilaku terhadap orang lain, sejatinya Anda terjebak pada ilusi yang Anda buat sendiri. Untuk contohnya sendiri seperti ketika dalam keadaan berkendara, Anda melihat benda-benda bergerak. Pepohonan atau tetumbuhan di tepi jalan seperti bergerak menjauh.
Ada lagi contoh ilusi yang tidak di sadari oleh banyak orang, yakni keberagaman. Ya keberagaman, hal yang sering di permasalahkan di negeri ini. Lantas mengapa keberagaman merupakan ilusi? Secara ontologi, hakikat atau kenyataan manusia dari perbedaan mana pun tetap di kategorikan sebagai makhluk hidup yang bergenre ‘manusia’ (bisa jadi Anda beruntung menjadi manusia dalam dunia ini, tidak sapi, kambing ataupun tumbuhan-tumbuhan). Semua orang pasti tahu bahwa makhluk hidup di bagi menjadi tiga. Bahkan antara makhluk hidup satu dengan lainnya tetap sama dalam kategori ‘makhluk hidup’.
Untuk penjabarannya seperti ini, Anda akan merasakan betul kebersamaan dari ras dan suku yang Anda tinggali. Begitu juga yang di rasakan oleh orang lain. Sebaliknya, Anda dan orang lain belum tentu merasakan kebersamaan dengan suku dan ras yang berbeda. Jadi, ketika Anda memperluas wilayah Anda (Domain Expansion), memperbanyak relasi, memper erat kolega antar suku dan ras, menjadikan diri Anda menyatu antar sesama ras dan suku. Malahan, Anda akan mempertanyakan mengenai perbedaan-perbedaan yang ada.
Puasa pun begitu. Ibadah yang menjadi tradisi banyak agama. Di Islam, sering di sebut puasa Ramdhan yang di laksanakan satu bulan penuh pada bulan Ramadhan. Di Buddha, di sebut Uthopa yang di laksanakan bergantung pada aliran Buddha yang diikuti, namun mereka sama-sama mengikuti perhitungan kalender Buddhis. Di Hindu biasa di sebut Upawasa. Dan puasa-puasa lainnya yang beraviliasi menurut agama masing-masing. Kesemuaan itu memiliki tujuan yang sama meskipun cara dan waktu yang berbeda, yaitu penaklukan nafsu.
Lalu, mengapa ada perbedaan dan keberagaman? Nasi tidak akan ada tanpa padi. Ringannya seperti itu. Siasat yang Allah terapkan ialah memencar manusia dengan segala jenisnya, lalu menguji apakah mereka mampu kembali pada hakikat kemanusiaan itu sendiri. Dengan begitu, seluruh umat manusia di tuntut untuk bersatu padu demi kerukunan dan ketenteraman.
Tak jarang Allah menyebut umat manusia di dalam Al-Quran dengan sebutan ‘Bani Adam’. Meskipun kemungkinan di peruntukkan pada kaum muslim, tetap saja seluruh umat manusia yang ada di berbagai belahan dunia merupakan satu darah dari nabi Adam. Entah itu berbeda dari segi ras, suku, bangsa atau bahkan negara. Semua manusia merupakan saudara. Mungkinkah Anda menghardik, mencaci, mencela saudara sendiri yang hanya saja kebetulan tidak bertempat tinggal dengan Anda. Kalau iya, lakukanlah sekarang dengan saudara terdekat Anda!
Nah, ketika Anda masih mempermasalahkan keberagaman, seperti memper rumit adanya perbedaan sekalipun hanyalah hal yang sepele, dan banyolan-banyolan dari orang yang tidak memahami realita, di ibaratkan Anda mempermasalahkan bayangan antara satu jenis pohon dengan jenis pohon lainnya. Misalkan antara bayangan pohon apel dengan cemara.
Wallahu a’alamu bisshoab
0 Response to "KEBERAGAMAN HANYALAH ILUSI BELAKA"
Post a Comment