BERTINGKAH LAKU ALA IMAM AL-GHAZALI
Seluruh umat manusia, khususnya umat Islam, pasti menengal Imam Al-Ghozali. As Syekh Al Alim Al Ulamah Hujjatul Islam wa Barakatul Anam Abu Hamid bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al Ghozali dilahirkan di sebuah Negara bernama Thus pada tahun 450 H, beliau wafata pada hari Senin Jumadil Akhir tahun 505 H, maka beliau hidup selama 55 tahun. Selain menjadi Ulama’ besar, Imam Al Ghozali merupakan teolog, sufi, filsuf, dan ilmuwan.
Karena perannya dalam mengembangkan ilmu
pengetahuan agar mencapai kebenaran Ilahiah, pemikiran Imam Al Ghozali
mempengaruhi banyak filsuf, salah satunya filsuf asal Prancis, yakni Renatus
Cartesius.
Karya-karyanya yang menginspirasi
memeberikan dampak yang amat sangat besar kepada masyarakat dan pemikiran
manusia dalam semua masalah, khususnya umat Islam.
Salah satu karya beliau, kitab Bidayatul
Hidayah, disana dijelaskan bahwasanya seorang hamba dalam haq bertingkah laku
antara hamba lainnya terdapat tiga derajat (pangkat). Pertama seorang hamba
yang menempati derjatnya malaikat, yakni seorang hamba yang semua aktivitas
maupun pekerjaannya bermanfaat dan menyenangkan hati orang lain. “Khoirunnas anfa’uhum linnas”. Sebaik-baiknya seorang
manusia, dialah yang bermanfa’at kepada orang lain. Hadits konkrit yang
berkesinambungan dengan penjelasan Imam Al-Ghozali tentang derajat yang pertama
Kedua seorang hamba yang menepati
derajatnya benda mati, yakni hamba yang tidak memberikan manfaat pada hamba
lainnya dan tidak merugikan hamba lainnya. Mungkin, tidak semua orang dapat
berdampak kepada orang lain, tapi setidaknya, janganlah merugikan orang lain.
Seperti pepatah ‘Diam itu emas’
Ketiga seorang hamba yang menempati
derjatnya hewan buas, yakni hamba yang tidak memberikan mnafaat sama sekali,
kebagusannya tidak diharapkan, dan parahnya lagi keburukannya ditakuti oleh
hamba lainnya. Disinalah seburuk-buruknya derajat manusia. Kemudian Imam Al-Ghozali mewanti-wanti
bahwasannya ketika kamu (pembaca) tidak bisa menyerupai malaikat, jangan sampai
ketika kamu sama saja dengan barang mati, kamu jatuh menjadi seperti seekor
hewan buas.
Jelas, Imam Al-Ghozali menekankan pada
semua umat manusia agar bisa seperti malaikat (yakni memberikan manfaat kepada
orang lain) dan memperingatkan supaya diri manusia tidak menjadi seperti hewan
buas (tidak bermanfaat pada orang lain melainkan merugikan orang lain).
Dengan Anggunya tingkah laku seseorang,
dirinya sudah memiliki perilaku Akhlakqul Karimah. Baiknya tingkah laku.
Kanjeng Nabi juga meningatkan kepada umatnya perihal pentingnya Akhlaqul
Karimah, dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan Imam Tirmidzi yang berbunyi
“Akmalul Mukminiina Iimanan Ahsanuhum Khuluqon” Orang mukmin yang paling
sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaknya.
Seseorang yang dihiasi dengan Akhlaqul
Karimah/Baiknya tingkah laku, hatinya pasti bersih dan jauh akan kesengsaraan.
Orang yang berakhalak mulia ialah orang yang mudah memaafkan, bukan pendendam,
tidak mudah stres, tidak iri,tidak dengki, selalu qona’ah, selalu tawadhu’,
berbaik sangka, dll. Tanpa menjatuhkan orang lain, orang yang seperti ini ialah
orang yang bahagia dalam kehidupannya.
0 Response to "BERTINGKAH LAKU ALA IMAM AL-GHAZALI"
Post a Comment