JANGAN SAMPAI MISSCOMMUNICATION!

   Dari banyak hal yang membedakan manusia dengan makhluk ciptaan Tuhan lainnya adalah, bahwasannya manusia dapat berkomunikasi antara satu dengan lainnya menggunakan kemampuan manusia itu sendiri yang disebut bahasa. Sebelum melaju pada pengertian komunikasi, alangkah baiknya didahului pengertian tentang bahasa. Bahasa sendiri memiliki arti kemampuan yang dimiliki manusia untuk berkomunikasi dengan manusia lainnya menggunakan tanda, misalnya kata dan gerakan.

Karena strukturnya yang kompleks (terdiri dari beberapa bagian), bahasa manusia mampu memberikan kemungkinan ekspresi dan penggunaan yang lebih luas daripada sistem komunikasi hewan yang diketahui. Selain itu, bahasa digunakan oleh manusia untuk mengeekspresikan dirinya sendiri dan memanipulasi obyek lingkungan sekitarnya.

   Komunikasi mempunyai  arti suatu proses penyampaian informasi dari satu pihak kepada pihak lain. Jika ditinjau dari definisi  informasi, bisa di artikan merupakan pengetahuan yang dikomunkasikan. Di sisi lain, manusia tanpa pengetahuan ibarat aur dengan tebing. Dua Hal yang tak mungkin untuk dipisahkan. Dengan berkembangnya teknologi secara cepat dan pesat, informasi (pengetahuan) dapat disampaikan/dikomunikasikan dengan mudah.

   Komunukasi juga memiliki komponen yang berisikan beberapa hal dengan tujuan komunikasi berjalan dengan baik atau bisa dikatakan tidak terjadinya miscommunicated. Menurut Harold Dwight Lasswell yang merupakan seorang pencetus teori komunikasi, komponen-komponen komunikasi adalah :

Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.

Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.

Saluran (channel) adalah media di mana pesan disampaikan kepada komunikan. dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.

Penerima atau komunikan (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain

Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.

Aturan yang disepakati para pelaku komunikasi tentang bagaimana komunikasi itu akan dijalankan

  

   Apabila terjadi ketidakcocokan antara satu komponen dengan komponen lainnya, disitulah awal mulanya miscommunicated. Seperti ketika Pengirim atau Komunikator (sender) belum mencukupi salurannya (channel) sebagai sarana pengiriman pesan (massage) kepada Penerima atau Komunikan (receiver). Atau ketika Penerima atau Komunikan (reciever) tidak memeberikan tanggapan penerimaan informasi (feedback) dari Pengirim atau Komunikan (sender), dan sebagainya.

   Akibatnya  terjadi suatu kesalahpahaman antara kedua belahpihak. Terjadinya tidak keselarasan informasi atau haluan. Bahkan lebih parahnya lagi, bisa menyebabkan perkelahian dan saling tuduh menuduh.  Contoh miscommunicated yang sering kita temui yaitu ketika seorang guru/dosen sudah menyampaikan materi  secara keseluruhan di dalam kelas, tetapi murid/mahasiswa tidak menanggapi seperti bertanya dan sebagainya. Disinilah pentingnya seorang murid/mahasiswa (receiver) seoptimal mungkin untuk menanggapi (feedback) materi yang disampaikan oleh guru dan dosen (sender) . Kemungkina besar seorang guru/dosen akan menganggap semua murid/mahasiswa paham. Padahal bukan itu yang sebenarnya, bisa jadi semua murid belum paham sama sekali akan materi yang disampaikan.

 

   Ada lagi contoh miscommunicated dimana kurangnya penyampaian pesan (massage) dari seorang Pengirim atau Komunikator (sender). Seorang wirausahawan melihat sebuah peluang potensial di pasaran dan memiliki ide baru untuk suatu produk atau jasanya, itu merupakan hal yang sangat menakjubkan. Namun... banyak sekali perusahaan yang melupakan pelanggan yang telah mereka dapatkan, karena fokus dengan pencarian pelanggan baru. Menurut babastudio, ini merupakan langkah atau kebiasaan buruk yang tak boleh dilakukan oleh seorang wirausahawan. Dengan memahami pelanggan secara mendalam dapat mempengaruhi kesuksesan perusahaan, yakni dengan dialog nyata dengan pelanggan nyata, baik percakapan langsung atau tidak, itu adalah cara yang terbaik. Sebab dalam permasalahan ini (komunikasi) akan terjadi dua pilihan, pertama berbicara dengan pelanggan (receiver) sekarang dan kamu bisa mengetahui permasalahannya, atau kedua Berbicara dengan pelanggan(receiver) setelah terjadi penurunan pendapatan, dan terlambat mengetahui kesalahan?. Jadi bisa disimpulkan, kamu bisa kehilangan pendapatan perusahaan karena tidak ada jalinan komunikasi dengan pelanggan secara mendalam.    

 

   Maka dari itu, kedua belah pihak baik Pengirim atau komunikator (sender) ataupun Penerima atau komunikan (receiver) harus benar-benar terbuka. Sebisa mungkin jangan ada pembatas/satir antara kedua belah pihak seperti perasaan saling tidak suka. Kedua belah pihak harus saling membangun chemistry baik. Karena hal itu, akan terbangun sebuah emosianal yang mendorong  diri sendiri untuk berhubungan baik dengan pihak lain.

 

 

 

 

 

Shofi Mustajibullah Saya Shofi Mustajibullah lulusan SDN Dipenogoro Gondanglegi, SMPN 01 MOJO, SMAN 01 MOJO, PONPOES Al-falah. Saat ini masih mengenyam pendidikan di Universitas Islam Malang dan Pondok Pesantren Kampus Ainul Yaqin

Related Posts

0 Response to "JANGAN SAMPAI MISSCOMMUNICATION!"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel