ZOON LOGON ECHON

Saya adalah hewan, begitu juga anda. Kita adalah hewan. Tapi tolong ditahan emosinya ya, bukan berarti pernyataan ini merujuk pada teori Darwin yang menjelaskan manusia berawal dari kera. Tidak, tidak ada kepentingan merujuk pada sana. Padahal kalau boleh jujur, teori evolution Darwin tidak mandek pada transisi kera ke manusia. Apa yang digagas oleh Darwin lebih dari itu. Sekali lagi saya tidak memuja beliau, tapi kita harus objektif tentang ilmu. Sederhananya, evolusi merupakan output dari adaptasi terhadap alam. 

Baik, back to the topic. Sama dengan hewan bukan berarti kita adalah hewan itu sendiri. Ada banyak unsur yang sama antara manusia dengan hewan. Sehingga Aristoteles ribuan tahun lalu mengungkapkan term masyhur yang berbunyi "Zoon Logon Echon". Tidak rumit, sebutan itu berdifinisikan 'Hewan yang berakal'. Coba bayangkan, hewan hewan yang tersebar di Bumi itu berakal, rasional, maka itulah manusia. Ketika anda melihat Singa dengan keganasannya, lantas berakal secara sempurna, ia bukan singa yang berakal, tapi ia adalah manusia. Jika anda melihat singa dengan nafsu birahinya sehingga berhari-hari kawin kemudian memiliki akal yang sempurna, ia bukanlah singa yang berakal, ia adalah manusa. 

Penjabarannya, sifat sifat yang ada pada hewan dimiliki pula oleh manusia. Hewan berani sehingga memiliki hasrat menindas, manusia pun begitu. Hewan memiliki nafsu birahi yang tinggi sehingga kawin hampir tiap hari, manusia pun begitu. Tanpa kita sadari, sifat-sifat hina hewan yang kadang kita cela, itu sebenar-benarnya dimiliki kita. Sifat apa sih yang paling keji milik hewan, menguliti mangsanya? mengejear mangsanya hingga kehabisan tenaga? menindas secara berkelompok? Adakah hewan yang mampu menciptakan kekejian terstruktur, seperti kasus pidana yang akhir-akhir ini terjadi? Tidak! Itu adalah manusia.

Baik-baik, kalau anda tiba-tiba merasa lebih hewan dari hewan itu sendiri, Selamat. Selamat atas perenuangannya. Prok prok prok.

Term "Zoon Logon Echon" oleh Al-Ghazali diadopsi menjadi term "حيوان الناطق", manusia adalah hewan yang rasional. Namun, hewan disini, sebatas makhluk yang berbicara dan berkomunikasi. Akal itu harus dipergunakan sebagai sarana menuju Tuhan. Pada potongan beberapa ayat dalam Al-quran seperti افلا يعقلون (sudahkah menggunakan akal?) dan افلا تدبرون (sudahkah melakukan penelitian?). Dalam kitab suci sekelas Al-qur'an pun, memerintah kita untuk menjadi rasional. Gunakan akal, yang merupakan nikmat besar untuk meneliti apa yang kita serap melalui panca indera. Bahkan, konon dikatakan manusia tidak dituntut mendayagunakan akal terlebih dahulu. Entahlah, untuk kalimat terakhir abaikan saja. Tapi sekali lagi, gunakanlah akal dan rasio dalam beragama, berpolitik, berekonomi, bernegara, berorganisasi, berpendidikan, berumah tangga, berteman. Dan yang paling penting, berakallah untuk hidup, suapaya status kemanusiaan anda tidak runtuh menjadi kehewanan!




Shofi Mustajibullah Saya Shofi Mustajibullah lulusan SDN Dipenogoro Gondanglegi, SMPN 01 MOJO, SMAN 01 MOJO, PONPOES Al-falah. Saat ini masih mengenyam pendidikan di Universitas Islam Malang dan Pondok Pesantren Kampus Ainul Yaqin

Related Posts

0 Response to "ZOON LOGON ECHON"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel