SKENARIO RUNTUHNYA TATANAN SOSIAL FI NASHOIHU AD-DINIYAH

Setiap bakda shubuh, Pesantren Kampus Ainul Yaqin Unisma menyelenggarakan kegiatan kajian – semi mengaji – rutin setiap harinya (kecuali hari Jum’at pagi, di isi dengan kajian kontemporer). Adapun kitab-kitab yang di angkat di setiap kajian sama seperti kitab-kitab kalangan pesantren salaf pada umumnya, yaitu at-Tadzhib, at-Targhib wa at-Tarhib, Ajwibatul Gholiyah, dan Nashohiu ad-Diniyah.

Pernah pada suatu shubuh, bertepatan dengan kajian Nashohiu ad-Diniyah yang di ajarkan oleh Dr. KH. Ahmad Syams Madyan, L.C., M.A. Kitab ini membahas seputar dunia tasawuf dengan corak pengamatan mushonifnya, Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad.

Ada point yang cukup menarik di kajian tadi pagi. Dari observasi sang mushonif, ada sebuah alur yang lambat laun akan meruntuhkan tatanan sosial. Beliau menuturkan awal mula permasalahan sebagai berikut:

وقد كثرت بلغة الناس بعضهم على بعض واما التساهل في ذلك

“Benar-benar sudah menjadi sebuah trend sikap yang berlebihan antara seseorang terhadap seseorang lainnya, serta sikap sembrono (tidak di dasari ilmu)”.

Fenomena ini bisa kita lihat ketika masyarakat di hadapkan dengan isu atau wacana, SARA misalnya. Reaksi mereka begitu meledaknya sehingga mereka mengeluarkan opini-opini tanpa dasar yang di anggap benar. Naasnya, karena kesembronoan masyarakat pada umumnya itu, justru memicu masalah yang lebih krusial. Masalahnya yaitu:

وقلت المبدلاة وارتفعت الامانة

“Sedikitnya kepedulian, dan elitnya (susahnya) kepercayan”

Istilah zaman sekarangan ini adalah ‘Matinya Kepakaran’. Tidak pedulinya lagi orang orang yang kredibel dalam bidang tertentu. Ibarat kata, layang-layang itu sudah putus entah kemana. 
Setiap ada isu atau wacana yang beredar, semua orang merasa berhak untuk membicarakannya, mengulasnya, mengomentarinya yang padahal isu atau wacana tersebut bukanlah bidangnya. Dan perlu di ketahui, bebasnya seseorang dalam mewacanakan wacana, mengisukan isu, sebenarnya adalah musibah. Pada akhirnya, setelah para pakar jenuh dalam menangani hal ini, terjadilah kesenjangan sosial. 

وصار المشكور عند الناس من وافقهم علي هواء انفسهم، وان كان غيرمستقيم بالله
والمظموم عندهم من خلفهم وان كان عبدا صالح

“Dan jadilah kalangan yang di terima di tengah-tengah masyarakat ialah seseorang yang selara atas hawa nafsu mereka, sekalipun dia adalah oorang yang melenceng dari jalan Allah, tidak benar. Dan kalangan yang di jauhi ialah seseorang yang berbeda, sekalipun dia adalah hamba yang shalih, orang yang benar”.

Tatkala masalah ini terjadi, setiap sendi-sendi masyarakat menjadi tidak seimbang. Hanya beberapa kalangan saja yang mendapatkan privilage tersendiri cuma karena sepemahaman. Lalu pihak lainnya? Mereka akan di caci dan di musuhi sebab beda soal prinsip. Kekosongan rujukan menjadikan orang berlomba-lomba supaya di kenal sebagai seseorang yang ‘terpercaya’. Akan tetapi, hal yang pasti akan terjadi ialah menindas satu sama lain.

Ketidakseimbangan yang sudah mengakar akan semakin runyam seiring berjalannya waktu karena keberpihakan yang begitu fanatik. 

فترهم يمدحون من لا يستأهل لموافقته اياهم وسكوته علي بطلهم 
ويظمون من يخلفهم وينصحهم في دينهم. هذا حال الاكثر

Saksikanlah, mereka akan memuji seseorang yang sebenarnya tidak pantas untuk di puji hanya karena ia sama dengan mereka, lalu dia diam karena kebathilan mereka. Dan mereka mencaci kalangan yang berbeda dari mereka, yang padahal sedang menasehati agama mereka. Adapun kondisi ini sangat umum adanya.

Maka, matinya kepakaran adalah tanda-tanda runtuhnya tatanan sosial. Tetaplah berpegang teguh pada orang yang memiliki integritas serta senantiasa merujuk padanya. Gaungkan kembali tatanan sosial demi kemaslahatan bersama. Buang jauh-jauh kalangan yang sok belaga mebicarakan suatu hal padahal bukan disiplinnya.

Wallahu a’alamu bisshoab
Shofi Mustajibullah Saya Shofi Mustajibullah lulusan SDN Dipenogoro Gondanglegi, SMPN 01 MOJO, SMAN 01 MOJO, PONPOES Al-falah. Saat ini masih mengenyam pendidikan di Universitas Islam Malang dan Pondok Pesantren Kampus Ainul Yaqin

Related Posts

0 Response to "SKENARIO RUNTUHNYA TATANAN SOSIAL FI NASHOIHU AD-DINIYAH"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel