MENEMUKAN DIRIMU DALAM DIRIKU

Agak tidak masuk akal, jika memaksamu untuk menerima legitimasi diriku. Bukankah amandemen dalam sistem kenegaraan demokrasi mengatakan bahwa setiap individu memliki kebebasan dalam memilih. Jika aku memaksakan sebuah harapan naif padamu, sama saja aku sedang menjajahmu.

Kesenjangan hati di mulai dari situ. Aku menganggapmu ‘orang lain’ saja adalah sebuah kesalahan fatal. Nyatanya, engkau selalu berpaling. Di katakan, setiap tatapan akan menunjang perasaan. Inilah bencana. Tatapanmu candu.

Kesimpulan dari berbagai probabilitas tersebut tak akan di temukan, kecuali menggunakan metode kontemplasi. Dengan merenung, tak di sangka, aku menemukan dirimu dalam diriku. Aku tak hanya menemukan tuhanku, imanku, daya nalarku, intuitfku. Di sela-sela penemuan itu semua, sekali lagi, aku menemukanmu dalam diriku.

Imaji tentangmu terasa lebih leluasa dari pada memandangmu. Aku bisa bebas tanpa hambatan apapun. Bayangkan, dalam sekejap, aku mampu merumuskan skenario yang indah dan memihak bahwa tak ada penolakan secara mutlak darimu. Aku bisa menjamin, bahwa menemukan dirimu dalam diriku adalah penemuan yang luar biasa

Namun yang menjadi permasalahan dasar dari konstruksi gagasan ini, apakah diriku dikau temukan dalam dirimu?

Shofi Mustajibullah Saya Shofi Mustajibullah lulusan SDN Dipenogoro Gondanglegi, SMPN 01 MOJO, SMAN 01 MOJO, PONPOES Al-falah. Saat ini masih mengenyam pendidikan di Universitas Islam Malang dan Pondok Pesantren Kampus Ainul Yaqin

Related Posts

0 Response to "MENEMUKAN DIRIMU DALAM DIRIKU"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel