MENAHAN EMOSI DAN MERUNCINGKAN PIKIRAN

Kebanyakan masyarakat kita mempunyai alasan tidak masuk akal dalam melaksanakan resepsi pernikahan mewah. Saat anda bertanya kepada mereka yang melaksanakan, rerata jawabannya karena rasa syukur, gembira berlebih, menegaskan kemewahan diri terhadap orang orang hadir, dan alasan tak masuk akal lainnya. Bahkan saking tak logisnya, resepsi yang mungkin selama dua sampai tiga hari, bisa mencapai ratusan juta. Anehnya, orang sangat heboh saat  proses investasi yang mengalami kerugian mungkin puluhan sampai ratusan juta, tapi enggan menolak resepsi pernikahan yang sangat boros.

Resepsi pernikahan merupakan sebagian kecil contoh pengambilan keputusan (keuangan) yang berdasarkan emosional secara ekstrem. Dalam memandang ini, tentu dengan menggunakan pendekatan logis akan terasa aneh. Mengapa ada orang yang mau mengambil keputusan yang mengeluarkan biaya ratusan juta, sedangkan kebutuhan untuk kedepannya tidak dipertimbangkan. Ada yang bilang sampai berhutang untuk menutupi. Tentu emosional yang mengambil alih mereka karena terlalu terbawa euforia.

Pengambilan-pengambilan keputusan lainnya jika didasarkan pada emosional pun berpotensi berakhir pada kerugian pula, seperti pengantin yang berbahagia berlebihan. Sebagai manusia, kita harus menahan emosional saat ingin mengambil keputusan. Terlebih dahulu mendinginkan kepala. Pun seorang hakim, dalam islam, tidak diperbolehkan memvonis saat ada di kondisi marah atau sedih (emosional)

Maka langkah yang perlu diambil adalah meruncingkan pikiran, sebagai antitesis emosional berlebih. Sebab saat rasio dan logika yang dipakai, keputusan akan berpotensi lebih jitu dan bisa memitigasi risiko lebih baik. Alhasil, sintesis dari pertemuan tesis emosional (menahan) dengan pikiran (meruncingkan), menjadi sintesis Emosional Intelegensi. Keterampilan ini yang sangat penting dalam mengambil keputusan-keputusan strategis.


Shofi Mustajibullah Saya Shofi Mustajibullah lulusan SDN Dipenogoro Gondanglegi, SMPN 01 MOJO, SMAN 01 MOJO, PONPOES Al-falah. Saat ini masih mengenyam pendidikan di Universitas Islam Malang dan Pondok Pesantren Kampus Ainul Yaqin

0 Response to "MENAHAN EMOSI DAN MERUNCINGKAN PIKIRAN "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel