"YANG MANA BABI, YANG MANA MANUSIA"
Seorang petani pemabuk bernama Tuan Jones memperlakukan hewan ternaknya semena-mena. Babi senior yang dikenal si Tampan dari Willinghom memberikan khotbah kepada seluruh hewan ternak setelah Tuan Jones menutup kadang dalam keadaan mabuk pada sore menjelang malam. Babi yang memiliki nama asli Mayor menegaskan kepada seluruh isi kandang hewan untuk segera melakukan pemberontakan terhadap kesewenang-wenangan Tuan Jones dan seluruh karyawannya. Bahwa sapi tidak pantas diperas susunya terus menerus, memaksa ayam bertelur ratusan butir perminggu, dan penindasan lainnya. Walaupun Mayor tidak tau kapan pemberontakan itu terjadi, dia tetap membara untuk merencanakan pemberontakan.
Singkat cerita, setelah Mayor wafat, pemberontakan yang diidam-idamkannya sungguh terjadi. Sebagai hewan paling cerdas di pertanian, para babi yang dipimpin oleh Snowball dan Napoleon mengarahkan seluruh hewan ternak untuk mendepak Tuan Jones dan seluruh karyawan untuk keluar dari Pertanian Manor.
Tidak terduga, mereka semua berhasil. Tidak pernah terbayangkan oleh semua orang, hewan ternak secara terorganisir mampu mengusir pemiliknya.
Kurang lebih seperti itu bagian pembukaan dari Novel legenda Goerge Orwell berjudul, "Animal Farm".
Penulisnya sendiri menyatakan, novel ini merupakan alegori dari kondisi politik pasca kematian Vladimir Lenin yang kemudian dipimpin oleh Joseph Stalin.
Inti dari karya sastra agung ini mengisahkan tentang kepemimpinan pasca pemberontakan Tuan Jones. Hewan yang mampu mengisi kekosongan kepemimpinan adalah para babi dengan kecerdasan di atas rata-rat. Snowball dan Napoleon merupakan babi yang paling mencolok, sehingga mereka berdua yang berpotensi memimpin Pertanian Manor.
Snowball dan Napoleon memiliki kepribadian yang berbeda. Snowball lebih condong pada progres, terlihat ketika dia menyampaikan kepada seluruh hewan ternak mengenai pembangunan kincir angin untuk jangka panjang. Dengan adanya kincir angin, katanya, listrik Pertanian Menor akan stabil, mengurangi waktu kerja, dan efisiensi laainnya.
Berbeda dengan babi satunya, Napoleon. Dia cenderung bossy, ingin mendominasi seluruh pertanian, licik dan ambisius. Dengan kecerdasannya, dia menyusu strategi untuk memenangkan kekuasaan. Saat Snowball mempresentasikan progres pembangunan kincir air, Napoleon mendidik secara privat tujuh anak anjing. Kelak, anak-anak anjing bertumbuh menjadi kawanan anjing dewasa ganas dan menjadi pengawal pribadi. Tidak hanya, dengan anjing-anjing ganas Napoleon mengusir Snowball keluar dari Pertanian Menor. Pada akhirnya, dia memiliki kuasa penuh.
Diktator, manipulatif, tirani begitulah gambaran model kepemimpinan Napoleon. Dengan kekuasaanya, dia bisa merubah sila-sila Pertanian Menor yang dulu disepakti, diubah sedemikian sesuai keinginan. Melalui juru bicaranya Squerel, Napoleon memanipulasi data produksi pakan berkembang pesat dari masa ke masa, khususnya setelah pemberontakan.
Dalam salah satu sila Pertanian Menor, berbunyi bahwa manusia tidak diperbolehkan menyerepui, mengadopsi segala hal yang dimiliki Manusia. "Kaki empat lebih baik daripada kaki dua". Idealis ini menjadi simbol dan identitas dari perjuangan hewan melawan penindasan Tuan Jones.
Sayang seribu sayang, kekuasaan adalah hasrat paling menggiurkan. Napoleon memerintahkan Squerel untuk "memodifikasi" sila-sila sesuai kebutuhannya. Hingga akhir cerita, para babi yang menjadi pimpinan Pertanian melakukakn kontrak bisnis dengan para manusia. Rumah Tuan Jones yang sudah ditempati para babi dan kolega manusia, pada malam itu menjadi tempat pesta antara manusia dan babi. Para babi mengenakan setelan jas hitam dengan kemeja putih, bermain kartu bersama, bersua, melontarkan pujian satu sama lain. Para hewan yang mengintip dari luar rumah keheranan. "Yang mana babi, yang mana manusia."

0 Response to ""YANG MANA BABI, YANG MANA MANUSIA""
Post a Comment