JANGGAL TERHADAP ORANG DAPAT UANG DARIMANA TERMASUK PONDASI POLA PIKIR KEUANGAN

 Tentu, semua orang akan mencari cara untuk bisa menjadi kaya. Berbagai metode, penerapan, cara mendapatkan pundi-pundi kekayaan jamak diketahui bersama.

Namun hemat saya, khususnya bagi yang sedang membangun pondasi dinasti kekayaan personal maupun kolektif, persoalan yang harus dibenahi bukanlah metodenya, melainkan polak pikir. Sebenarnya sederhana, tapi banyak orang yang meremehkan dan tergopoh-gopoh mempelajari trading ini itu, investasi yang sana yang sini, maunya cepat, mencolok dan wah. Sekali lagi, hemat saya ini keliru.

Mau bagaimanapun, semua lelaku kita diawali dengan pola pikir. Tidak hanya dalam ranah keuangan. 

Mengenai pola pikir keuangan, ini pun juga sedikit teknis, tapi tetap dasar. Seseorang yang ingin merintis kekayaannya setidaknya mempunya pola pikir seperti menekan pengeluaran dan meningkatkan pemasukan, membuat uang bekerja untuk kita, dan lain sebagainya.

Tapi ada yang lebih dasar lagi, dan ini mungki kontroversial. Yang saya maksud adalah janggal, heran, kritis, terhadap pendapatan seseorang yang terkesan aneh. Hah? gimana itu? Sekarang lihat orang orang di lingkungan sekitar. Pasti ada, entah tetangga, sanak suadara, atau bahkan keluarga, memakai, mengkonsumsi sesuatu yang kesannya di luar kemampuannya. Ada saudara yang jarang sekali terlihat bekerja, namun akseseoris seperti sandal, smartphone, pakaian branded semua. Misal contoh lainnya, orang dengan tampilan yang kumuh, lusuh, lesuh, tapi kendaraanya elit. Banyak fenomena lain di sektar kita yang janggal, sampai-sampai kita bergumam, "Kok bisa ya dia punya banyak barang mewah, dapat darimana?"

Oke, ini bukan tuduhan, merendahkan atau mungkin suudzan. Giat ini lebih pada mempertanyakn dan sedikit kritis. Sebab power utama seseorang dalam mendapatkan suatu produk atau jasa adalah pendapatan atau income. Pada saat perasaan janggal timbul setelah melihat kondisi orang lain yang kesannya mustahil, bisa jadi  buruk, bisa jadi baik. Buruk ketika kita melontarkan tak baik, kamu tidak pantas pakai ini, kamu itu miskin gak pantas, dan ucapan buruk lainnya. Baru ini buruk.

Baik, jika pandangan janggal kita cenderung pada proses perenungan dan berasumsi pada sesuatu yang berpotensi terjadi. Ada sanak saudara yang tidak pernah terlihat kerja, namun hp iphone, maka proses perenungan didasarkan pada asumsi semisal suadara tersebut punya warisan, sedang meminjam pinjaman online, atau mempunyai aset produktif.

Ini merupakan proses kritis yang penting. Seperti yang sudah disinggung di awal, dalam mendapatkan suatu produk, seseorang harus selesai mengenai income. Dengan telaah kritis, kita bisa berasumsi kemudian bisa mengambil pelajaran, atau memitigasi. Orang lain yang terlihat tak mampu, tapi barang-barangnya mewah ataupun berlebih, kita berasumsi bisa jadi dia berhutang, bisa jadi dia seorang pekerja keras. Dua asumsi yang bersebarangan ini menjadi insight bagi diri kita sendiri. Bahwa untuk mendapatkan suatu barang, berutang adalah buruk, dan bekerja keras adalah keharusan.





Shofi Mustajibullah Saya Shofi Mustajibullah lulusan SDN Dipenogoro Gondanglegi, SMPN 01 MOJO, SMAN 01 MOJO, PONPOES Al-falah. Saat ini masih mengenyam pendidikan di Universitas Islam Malang dan Pondok Pesantren Kampus Ainul Yaqin

0 Response to "JANGGAL TERHADAP ORANG DAPAT UANG DARIMANA TERMASUK PONDASI POLA PIKIR KEUANGAN"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel